JUANGPOS.COM (BANDA ACEH) – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh gelar pelatihan Budidaya Kelapa Sawit terhadap 192 peserta angkatan 6 yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur, sejak 31 Agustus – 5 September 2026 yang dibagi di dua lokasi, masing-masing, 3 kelas pelatihan di hotel Mekkah dan 3 kelas lainnya di hotel Grand Naggroe, Selasa (23/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh yaitu Bapak Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP., mengatakan bahwa tanaman kelapa sawit ini sangat menjanjikan serta mampu mendongkrak perekonomian warga untuk menghidupi masyarakat Aceh.
“Dana pemerintah untuk mendukung perkebunan sawit saat ini mampu menghidupi sebanyak 150 ribu masyarakat di Aceh yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan kelapa sawit,” ungkap Azanuddin Kurnia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI) ini bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini menjadi bukti nyata dukungan dan perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap sektor pekebunan kelapa sawit, dan terhadap pekebun sawit rakyat.
Menurutnya, tantangan berkebun sawit masyarakat adalah produktivitas hasil panen tandan buah segar (TBS) yang rendah dibanding hasil panen di Perkebunan Besar Swasta (PBS) maupun Perkebunan Besar Negara (PBN). Oleh sebab itu pekebun sawit rakyat perlu mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai cara mengelola kebun sawit untuk mendapatkan produksi yang lebih tinggi.
Pelatihan terhadap para pekebun sawit ini, juga diberikan penjelasan tata cara panen dan pasca panen, serta modul pembuatan dan aplikasi pupuk organik atau modul manajerial dan kelembagaan pekebun.
“Pemerintah melalui BPDP sudah menyiapkan fasilitas untuk pelatihan ini, tinggal usaha dan kelengkapan persyaratan dari peserta dibantu Dinas Perkebunan kabupaten kota dan provinsi,” jelasnya.
Dikatakan Azanuddin Kurnia, sektor perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjadi andalan provinsi Aceh untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya, tetapi juga menjadi industri strategis nasional bagi negara Indonesia.
Pemerintah terus berkomitmen untuk memajukan kelapa sawit di Indonesia melalui program dari BPDP dan dukungan teknis dari Ditjenbun, seperti program SDM Sawit melalui Pendidikan (beasiswa) dan Pelatihan sawit, program riset sawit, program sarana dan prasarana (Sapras) sawit maupun program peremajaan sawit rakyat (PSR).
“Ayo kita dukung sepenuhnya program pemerintah untuk sawit, demi mewujudkan kejayaan sawit Indonesia, kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutupnya. (*)
Editor : Zulfikar






