JUANGPOS.COM (NAGAN RAYA) – Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, SH.,MH menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-60 KAHMI sekaligus kepada Kepengurusan MD-KAHMI Nagan Raya masa bakti 2026–2031 yang baru dilantik.
“Enam Dekade perjalanan KAHMI bukanlah waktu yang singkat. Enam puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang telah melahirkan banyak tokoh, pemimpin, cendekiawan, profesional, birokrat, akademisi, politisi, pengusaha, serta berbagai elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” kata TRK.
Menurutnya, momentum Milad ke-60 KAHMI tidak hanya menjadi peringatan perjalanan organisasi, tetapi juga ruang untuk melakukan refleksi, memperkuat silaturahmi dan memperbarui komitmen dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
TRK menilai KAHMI memiliki modal yang besar karena para alumninya tersebar di berbagai bidang dengan latar belakang keilmuan, profesi dan pengalaman yang beragam.
“Keberadaan KAHMI di Kabupaten Nagan Raya merupakan potensi besar yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan gagasan, pemikiran, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga meminta kepengurusan baru menjaga kekompakan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak serta merangkul seluruh potensi alumni HMI yang ada di Nagan Raya.
TRK berharap KAHMI dapat menjadi ruang bagi para alumni untuk bertukar pikiran, membangun gagasan, memperkuat jejaring dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Pemkab Buka Ruang Kolaborasi
TRK mengatakan tema “Sinergitas KAHMI dalam Mewujudkan Nagan Raya Mandiri dan Madani” relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, kemandirian daerah bukan berarti berjalan sendiri tanpa dukungan pihak lain. Kemandirian perlu dibangun melalui kemampuan mengelola potensi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian masyarakat, mengembangkan inovasi serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
Sementara masyarakat madani, kata dia, diarahkan pada kehidupan masyarakat yang berakhlak, berilmu, berbudaya, menjunjung nilai agama, memiliki kepedulian sosial serta mampu hidup dalam suasana aman, tertib, harmonis dan saling menghargai.
“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, Forkopimda, ulama, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat,” kata TRK.
Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terbuka terhadap kritik, saran dan gagasan konstruktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk KAHMI.
“Kritik yang disampaikan secara konstruktif akan menjadi energi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
TRK turut menyinggung sejumlah tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, pelayanan kesehatan, peningkatan kapasitas aparatur, transformasi digital hingga pemberdayaan generasi muda.
Karena itu, ia berharap KAHMI Nagan Raya dapat menjadi salah satu ruang lahirnya gagasan pembangunan yang inovatif, realistis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Mari kita bangun budaya kolaborasi, bukan sekadar kompetisi; budaya memberikan solusi, bukan hanya mengkritisi; serta budaya bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat dan daerah,” kata TRK. (SB)
Editor : Zulfikar







