JUANGPOS.COM (NAGAN RAYA) – Rangka jembatan bailey tiba di Nagan Raya. Jembatan ini, berfungsi sebagai jembatan darurat sementara yang menghubungkan kembali jalur utama lintas tengah dan barat yang terputus akibat diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya.
Bupati Nagan Raya, Dr Teuku Raja Kemangan, SH.,MH kepada wartawan mengatakan, rangka jembatan bailey ini akan dibawa ke Beutong Ateuh Banggalang sebagai pengganti jembatan darurat yang rusak akibat di terjang banjir pada 26 November 2025, lalu.
Bupati TRK juga berharap, bantuan jembatan baylei dari Kementerian PUPR ini dapat menjadi penghubung lintas tengah antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah. Selain itu, jembatan ini juga dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana serta menyambung kembali jalur vital yang terputus.
“Jembatan ini berfungsi sebagai jembatan darurat untuk sementara waktu sebagai penghubung jalur utama yang terputus antara Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya,” ungkapnya.
Penerimaan jembatan Bailey oleh bupati merupakan respons cepat pemerintah pusat (Kementerian PUPR) melalui sinergi dengan TNI dan masyarakat untuk menyediakan solusi infrastruktur darurat setelah bencana alam, di Nagan Raya.
“Alhamdulillah, rangka jembatan nya sudah sampai di Nagan Raya, sebentar lagi akan diberangkatkan ke Beutong Ateuh Banggalang,” ungkap TRK kepada sejumlah wartawan di Komplek Perkantoran Suka Makmue, Rabu (17/12/2025).
TRK berharap, jembatan ini rampung pemasangan nya dalam sepekan, sehingga dapat terbuka akses masyarakat dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, begitu juga sebaliknya.
“Kami berharap kepada pihak Kementerian PUPR, semoga pemasangan jembatan ini rampung dalam sepekan dan sudah bisa dilalui oleh kenderaan roda empat,” harapnya.
Sementara itu, Satker BPJN 2 wilayah Barat Aceh, Akbar Hikmi, ST.,MT mengatakan, Kementerian PUPR segera membuka akses, terutama lintas barat menuju tengah yang saat ini masih terisolir, dampak dari banjir melanda wilayah itu.
Menurutnya, bencana banjir bandang yang melanda Aceh, telah menyebabkan 18 unit jembatan lintas nasional mengalami rusak parah.
“Ada 18 unit jembatan di lintas Nasional rusak parah akibat terjangan banjir,” ujarnya.
Kepada awak media, Akbar Hikmi mengungkapkan, bahwa bantuan jembatan bailey yang dibawa ke Nagan Raya merupakan milik BPJN Riau, dibawah Dirjen Bina Marga.
“Ini hasil identifikasi bersama Kementerian PUPR, yang terdekat dengan Nagan Raya adalah BPJN Riau,” jelasnya.
Selain Kabupaten Nagan Raya, jembatan baylei ini juga diberikan kepada wilayah lainnya di Provinsi Aceh, diantaranya Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya dan Aceh Tengah.
“Semoga pengerjaan nya akan selesai selama 7 hari ke depan. Sehingga akses penyaluran bantuan untuk masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah bisa dilakukan melalui wilayah barat,” pungkasnya. (*)
Editor : Zulfikar







